Page:Hikayat Bayan Budiman.djvu/12

From Wikisource
Jump to navigation Jump to search
This page has not been proofread.


belakang bayan itu katanya wah terlalulah sekali sesalnya aku membuangkan isteriku tiada dengan dosanya maka ia pun segeralah pergi mendapatkan isterinya pada kubur masyaikh itu minta maaf pada isterinya serta dipujuknya maka perempuan bid'ah itu pun pura-pura marah ia akan suaminya maka dibawa pulang ke rumahnya oleh suaminya maka kasih saudagar pun terlebih pula daripada dahulunya maka kata bayan demikianlah barang suatu pekerjaan tiada mau mesuarat dan fikir tiadalah boleh jadi sesasallah akhirnya datang bencana dan hartar di atasnya segala orang yang beriman dan bijaksana itu maulah dahulu ia menyesal tiadalah menyesal pada akhirnya inilah hikayat saudagar dengan bayan itu akan hamba pun demikianlah hendak berbuat kebaktian kepada tuan hamba jika jahat sekalipun tuan kerjakan atas hambalah membunyikan salah tuan hamba itu tambahan benar kerja tuan itu pada fikir hamba baiklah tuan segera pergi pada anak raja itu kalau lambat ia menanti tuan maka isteri khoja maimun pun turunlah berjalan hingga pintu pagar hari pun sianglah maka ia balik pulang ke rumahnya tiada jadi ia pergi dengan berkat sempurna bicara bayan itu nyatalah hari malam maka ia pun memakai dengan sempurnanya pakaian yang indah-indah ia pun datanglah kepada bayan katanya hai raja segala unggas yang bijaksana ketahui oleh tuan hamba akan berahilah hamba ini tiadalah tertahan lagi melainkan makin bertambah-tambah rasanya apalah bicara tuan hamba supaya hamba pergi pada