Poehoen tinggi-tinggi = poehoen-poehon tinggi;
intan besar-besar = intan-intan besar ;
pedang bengkok-bengkok = pedang-pedang bengkok ;
orang besar-besar = orang-orang gemoek
Ada djoega nama pa-ada, jang kalihatannja seperti satoe perkata-an serta satoe pengoelangnja, sep.: koepoe-koepoe, koeda-koda, sikoe-sikoe, kapoe-kapoe, lawa-lawa. Perkata-an bagitoe baik ditoelis sadja djadi satoe, bagini : koepoekoepoe, koedakoeda d. l. Tapi akan seboe koepoe-koepoe lebih deri satoe, tantoe orang lebih soeka bilang bagini: bebrapa koepoe-koepoe atawa sekalian koepoe-koepoe.
II. OEDJAR
57. Satoe oedjar ada saroentoenan perkata-an, jang djikaloe dioetjapkan, boleh terpandang seperti boenji deri ingatan.
Di dalam sasoewatoe oedjar misti ada doewa bagiannja jang oetama: 1. nama deri paäda jang dikataïn, 2. nama deri kerdja jang menjatakan soewatoe paäda dikataïn bagimana. Jang pertama dinamaïn hal, jang kadoewa diseboet pengataän.
Katerangan. Djika kita berkata bagini: Mata-hari naik, omongan kita itoe ada satoe oedjar: kerna padanjaitoe ada hal dan pengata-an.
Mata-hari ada satoe pa-ada jang dikataïn: ija dikataïn naik. Maka mata-hari itow diseboet hal.
Naik ada satoe nama kerdja jang dipake kataïn mata-hari; ija diseboet pengataän.
58. Satoe oedjar diseboet dipetjah, kaloe sasoewatoe ija poenja bagian diseboet namanya. Kerdja-an menjeboet namanja sasoewatoe bagian oedjar diseboet memetjah oedjar.
59. Satoe oedjar ada diseboet oedjar asa atawa oedjar hoeboengan dengan menoroet ka-ada-annja.
A. OEDJAR ASA.
60. Satoe oedjar diseboet oedjar asa :
a. kaloe padanja melinkan ada satoe hal dan satoe pengata-an sadja, oep.: Radja memarintah ;
b. kaloe satoe hal ada poenja bebrapa pengata-an: Tatamoe makan dan minoem ;
c. kaloe satoe atawa bebrapa pengata-an djadi poenjanja bebrapa hal: Mata-hari, boelan dan bintang-bintang bersinar ; Si Gareng dan si Kromo mengomong-omong dan tertawa.
Toeladan memethjah oedjar
Radja memarintah — oedjar asa.
Radja — hal.
memarintah — pengataän.
Oedjar-oedjar akan dipetjah bagi di atas.
(Sekalian jang djadi hal ada tertjitak dengan hoeroef dojong.)
Orang bitjara — Boeroeng memoenji — Bintang berketip-ketip — Ajer mengalir — Sidia memikoel — Kita membatja — Ija menoelis — Saja tertawa — Kaoe menangis? — Ini moendoer — Itoe madjoe — Siapa bitjara? — Kaoe tidoer? — Ija dipoekoel — Siapa kalanggar — Kita hidoep — Kaoe mengimpi? — Bapa datang? — Ija lari! —
61. Perkata-an pemoela misti disertakan pada bagian oedjar.
Toeladan.
Sang poetri datang — oe. a.
Sang poetri — hal.
datang — pengat.
Sang kodok kerak-kerok — Si Koedin mengantoek — Jang itoe diambil — Jang ini ditinggalkan — Jang mana melompat? — Jang lain mati?
62. Djikaloe satoe hal tida dioetjapkan, ija terpandang seperti ada tergenggam di dalam pengata-an. Hal jang bagitoe sering kali terdapat dalam soewatoe perintah atawa perminta-an. Dalam memetjah oedjar ija misti diadakan, dan diseboet hal terkemoe.
Toeladan.
Moendoer ! — oe. a.
Kaoe — hal terkemoe
moendoer — pengat.
Pergi! — Mari! — Brenti! — Diam! — Madjoe! — Masoek! — Minggir! — Laloe! — Djalan! — Pedengin! — Tadahin! — Lepas! —
63. Nama kerdja jang bantoet ada djadi bagian deri pengata-an. Pada soewatoe pengata-an sering djoega ada lebih deri satoe nama kerdja jang bantoet.
Toeladan.
Si Siman lagi menoelis — oe. a.
si Siman — hal.
lagi menoelis — pengat.