ken kapada radja Louu satoe bingkisan besar dan moelja, jang boleh djadi nanti menambahi besarnja radja ini poenja napsoe aken bersoeka-soeka dan menoeroeti kainginan hati. Ija soeroeh tjari di dalam negrinja delapan poeloeh prampoewan moeda jang paling eilok dan jang pande memboenjiken taboe-taboeän, demikianlah djoega menari dan menjanji. Ija bri adjaran pada prampoewan-prampoewan ini, tjara bagimana ija-orang misti berlakoe, dan ija bri djandjian pada marika, jang ija nanti membri gandjaran, djika marika dapat djadiken apa jang dimaksoed olehnja. Delapan poeloeh prampoewan ini disertaïn djoega dengan tiga poeloeh koeda jang paling bagoes dan terädjar baik, dan lagi dengan berkian-kian barang perhiasan dan barang-barang langka. Samoewa itoe diserahken pada saorang tjerdik, jang misti mengadep seperti oetoesan, autarken itoe kapada radja Louu, dengan mendjoendjoeng djoega satoe titah aken membaroein djandjian persobatan jang doeloe hari telah dibikin antara karadjaän Tjee dan karadjaän Louu itoe. Baginda radja Louu, sebab merasa enak hati oleh kerna dengar datangnja oetoesan itoe, jang dipandang olehnja seperti soewatoe hal bagoes, — lantaslah djoega ija berniat aken trima oetoesan itoe, maskipoen KHONGTJOE ada membri pikiran aken djangan trima; dan pada bebrapa hari komoedian, sebab merasa kagoem oleh kerna eiloknja dan moeljanja itoe bingkisan besar, boekanlah sadja ija samboet itoe dengan ridla, hanja dengan kagirangan besar sekali. Atas bitjaranja dan permintaännja KHONGTJOE, soepaja ija djangan trima itoe oetoesan jang datang, baginda itoe menjahoet, bahoewa ija tiada bisa tampik itoe radja Tjee poenja bingkisan jang ada djadi satoe tanda dari kahormatan besar sekali; kerna kaloe menampik, tantoe sekali djadi menista ken radja Tjee itoe. Lain dari bagitoe, baginda berkata
Page:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/96
Appearance