Aken tetapi boewat kaboelken permintaännja Tjoe Kong, KHONGTJOE hendak mengataken djoega dengan sedikit per- kataän, bebrapa hal jang paling wadjib dilakoeken oleh orang- orang jang memangkoe soewatoe djabatan, seperti jang dise- rahken kapada Tjoe Kong.
Kemoedian KHONGTJOE berkata pada moeridnja itoe:
„Biarlah kaoe berlakoe radjin di dalam hal mengoeroes segala kerdjaänmoe; selidik dengan titi sasoewatoe hal, jang boleh djadi lantaran aken kaoe dapat mengenal baik pada sasoewatoe perkara; selidik dengan titi sasoewatoe hal jang boleh djadi lantaran aken kaoe dapat membedaken kabenaran dari pada lain, jang meroepa benar, demikianlah djoega sasoewa- toe hal jang boleh mendatangkan kapadamoa daja-oepaja aken selesehken perkara, sabagimana pantasnja diseleseh- ken.
„Biar berhati adil dan tida temaha, dan tetaplah baik sa- nantiasa. Keadilan tida mengenal deradjat orang, hanja memberiken pada sasoewatoe orang, apa jang djadi miliknja masing-masing. Dari pada hati jang tida temaha, ada terbit pikiran jang pantas. Siapa temaha, dija itoelah trabisa tetap berhati adil. Segala barang jang orang trima dari pada orang-orang sabawahannja, kendati poen dengan lantaran apa, itoelah tertjoeri dari pada marika itoe. Adat jang tetap sa- lamanja, dan ada pada satoe ponggawa, itoelah mendjadi lantaran aken orang pertjaja pada ponggawa itoe; dengan lantaran adat bagitoe, orang djadi tertjinta oleh orang-orang jang baik, diboewat takoet oleh orang-orang djahat, dan diindahi oleh antero doenia.
„Adakenlah atoeran, soepaja orang boleh mengamperi de- ngan gampang kapadamoa; djangan kasih lihat moeka asam, biar poen pada siapa djoega, dan trimalah dengan manis segala orang jang datang kapadamoa, biar poen siapa djoega.