ada bernapsoe aken datangken kapoedjian kapada tachta, dan kaoentoengan pada rahajat karadjaän. Di itoe waktoelah itoe goeroe boediman — jang oleh segala orang toewa dan moeda, kaja dan miskin dimashoerken berhati moerah, beradat lemah-lemboet dan berkalakoean amat manis — membri satoe kanjataän, bahoewa, djikaloe perloe, ija bisa djoega melakoeken, dengan keras dan tegar, kaädilan jang tiada memandang orang. Tempo baginda soedah berdiam, KHONGTJOE poen lantas berkata: „Hamba nanti goenaken segala daja-oepaja aken njataken kasatiaänkoe dan anoetkoe kapada toewan, sedang hamba ada mengarap nanti bisa mendjoendjoeng dengan pantas ini kamoerahan serta boektinja kapertjajaän jang toewankoe briken pada hamba. Aken tetapi, Toewan ! haroeslah hamba membri taoe, bahoewa maskipoen dengan merasa amat doeka hati, hamba ada ingatan aken moelai lakoeken ini djabatan baroe dengan mengenaken hoekoem jang paling berat, tapi djoega amat perloe, dan kaperloean ini telah lama djoega ada di dalam karadjaän toewankoe. Satoe dari antara orangorang, jang teroetama di antara ponggawa-ponggawa jang memangkoe pangkat tinggi di dalam karaton toewan, ada bersalah besar dengan lantaran telah berboewat bebrapa kadjahatan, jang satoe sadja poen soedah ada tjoekoep betoel aken datangken kapadanja hoekoeman mati jang disertain kahinaän paling besar. Ini orang doerhaka jang dimaksoed olehkoe, ijalah ada paling hartawan dan paling diindahi di antara sekalian tajhoe toewankoe, jaitoelah SIAUW TJENG BAUW. Orang ini misti dihoekoemi dengan menoeroet kakerasannja oendang-oendang, dan hoekoemannja misti djadi toeladan jang ngeri aken orang-orang djahat. Hal ini, Toewan ! ada ditoentoet oleh oendang-oendang dan oleh halnja rahajat serta halnja karadjaänmoe. Kaloe ini pea-
Page:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/58
Appearance