— 52 — ^
^
meminta orang poenja pikiran; tapi sedang bagitoe, ija toentoen orang kapada djalan kabenaran. Sasoedah membri banjak kanjataän dari maksoednja jang baik, ija lantas mengaloewarken roepa-roepa titah, merobahken atoeran-atoeran jang dirasa pantas dirobah, dan mengadaken oendang-oendang baroe, dan sekalian hal ini diatoerken olehnja, hingga djadi dilakoeken dengan baik. Bebrapa boelan komoedian dari pada itoe, KHONGTJOE soedah boleh dapat lihat dengan enak hati, bahoewa segala hal di dalam negri telah djadi lain roepa. Di dalam roemah-roemah rahajat ada terdjadi kasantaoesaän, dan sekalian pedoedoek negri, jang doeloe hari biasa meroegiïn satoe sama lain, sekarang ini djadi soeka saling toeloeng. Di dalam perniagaän ada kalihatan kombali kaloeroesan hati, hingga hal tipoe-daja djadi banjak terhilang, dan sekalian toekang poen melakoeken kerdjaännja dengan teroes dan dengan radjin, hingga baginda radja bersoekoer kapada KHONGTJOE aken itoe se gala hal, jang njata kalihatan ada moelai djadi lebih baik dari pada di tempo jang telah laloe. Di dalam hal perdoeliïn orang poenja pakerdjaän, KHONGTJOE moelai dengan perbaiki segala perkara jang berhoeboeng sama peroesahaän tanah, dan di dalam sedikit tempo sadja, sasoedah dapatken kapastian nanti terbantoe oleh orangorang jang mengarti banjak di dalam kerdjaän tani, KHONGTJOE dapat robahken dan perbaiki banjak perkara itoe dengan lantaran membriken titah-titah jang berfaedah. Ini perobahan baik — jang telah terdjadi dengan tjepat, salakoe ditimboelken oleh titah moedjidjat dan sering kali ada terbit dengan lantaran anoetnja atawa soekanja orang pada KHONGTJOE — ada timboelken rasa heran di hati segala orang, hingga poedjian aken KHONGTJOE djadi penoeh di lidahnja orang ba njak. Adapoen KHOHGTJOE, maskipoen ada di tengah-te-