Jump to content

Page:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/51

From Wikisource
This page has been proofread.
— 47 —

bahoewa Khongtjoe datang aken membri pengadjaran boe-diman kapadanja. Komoedian baginda itoe lantas silaken Khongtjoe djalan doeloean, hingga ija (baginda) nanti djalan mengiring; tapi Khongtjoe meminta kapadanja itoe, soepaja ija (baginda) djangan rendahken deradjat diri. Baginda menjahoet, jang ija tida sekali ada berboewat bagitoe, dan toeroet ija poenja rasa, orang tiada hinaken diri sendiri, kaloe membri hormat kapada orang boediman; kerna saorang boediman ada pada tingkatan jang lebih tinggi daripada tingkatan radja-radja. Tapi Khongtjoe tetap menampik oendangan itoe, dan dengan berlakoe manis, ija berkata :
„Sabda toewankoe, dan itoe kahormatan jang toewankoe hendak briken pada orang-orang jang tjintain boedi, itoelah ada mengangkat toewankoe pada tampat jang lebih tinggi dari pada tampat pangkatmoe; tapi Toewan !adalah atoeran adab aken sasoewatoe orang, dan sebab bagitoe, adalah djoega atoeran adab aken radja-radja. Dengan membalikken adat lembaga jang telah ada, kita berdoewa nanti djadi melang­kahi Kawadjiban kita : deradjat jang lebih tinggi, ada padamoe; sebab bagitoe, djanganlah toewankoe paksa dirikoe ini melangkahi watasnja deradjatkoe, dengan satoe titah jang akoe tiada dapat lakoeken dengan tiada merasa berat."
Hal jang satoe lagi, demikianlah adanja. Tempo berdjalan poelang ka negri sendiri, Khongtjoe meliwat di karadjaän Tin. Saorang bangsawan dan kaja besar, tapi berhati tinggi, ingin berkenalan padanja dan membriken kapadanja beras sariboe karoeng. Aken Khongtjoe jang tiada amat hartawan, pembrian itoe haroes diseboet satoe kaoentoengan besar, lebih lagi oleh kerna di itoe tempo harganja beras ada naik banjak, dari sebab atsil peroesahaän tanah ada djadi banjak koerang, dengan lantaran koerang bagoes toemboenja tanaman. Sedang bagitoe, Khongtjoe trima itoe pembrian besar tiada dengan