nja sahari-hari, dengan lantaran berdjalan-djalan serta moerid-moeridnja, sambil membri pengadjaran pada marika itoe; djoega dengan lantaran main taboe-taboeän. Khongtjoe membatja serta berpikir dengan radjin, itoelah kerna ada maksoednja aken boewangken dari dalam kitab-kitab Keng segala atoeran jang soedah tiada bergoena lagi, oleh kerna adat-lembaga telah berobah. Sebab bagitoe, ija batjalah kitab-kitab itoe beroelang-oelang, hingga tali koewat jang dipake hoeboengken lembar-lembarannja kitab-kitab itoe, djadi roesak dan ditoekar olehnja sampe tiga kali. Lembar-lembaran itoe tantoelah djoega boekan kertas adanja, kerna hoeroef-hoeroef jang ada di kitab-kitab itoe, tiada dikataken tertoelis, hanja teröekir. Dengan karadjinannja jang besar itoe, boekanlah sadja Khongtjoe dapat menjadiaken kitab Sie-keng, hanja ija perbaiki djoega kitab dari hal pemerintahan, jaitoelah satoe kitab jang termashoer dan bernama Soe-heng, di mana ada diseboetken perkara-perkara teroetama, jang telah dikataken oleh keizer-keizer, mantri-mantri, ponggawa-ponggawa besar dan poedjonggo-poedjonggo di djeman poerba-kala atas hal ilmoe-adab dan ilmoe pemerintahan. Kitab ini diringkasken oleh Khongtjoe, hingga tebalnja djadi tinggal saparonja sadja. Sasoedah seleseh meringkasken boenjinja kitab itoe, Khongtjoe mengangkat lagi satoe kerdjaän jang lebih soekar, jaitoelah memperbaiki kitab a-keng. Menoeroet perasaännja orang-orang Tjina, kitab itoe ada djadi soewatoe kitab jang paling doeloe dibriken kapada orang banjak, soepaja marika ini dapat mengenal apa jang paling perloe dikataoein dan dipeladjarin olehnja, salama ada di doenia ini. Aken tetapi pada komoedian hari, oleh kerna alpanja orang banjak, boenjinja kitab itoe mendjadi gaib, hingga ampir tiada kataoeän artinja sama-sa'kali. Hal perbaiki kitab itoelah ada
Page:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/48
Appearance