Jump to content

Page:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/103

From Wikisource
This page has been proofread.
— 99 —

Di dalam temponja berdjalan ka sana-sini, KHOIÎGTJOE pergi djoega ka kota Tjouw, di mana ajahnja telah djadi pembesar dan ya sendiri telah terlahir. Tempo datang di sitoe, KHONGTJOE ada djadi sangat berdoeka, kerna melihat segala perkara ada djadi moendoe. „Aken njataken doekanja itoe, ija toelis soewatoe saïr kasedihan jang berachir dengan perkataán bagini : „Akoe telah datang di kota Tjouw dan menoempahken di sini ajer matakoe, aken ringanken hati jang kaberatan dengan kadoekaän besar jang masoek men­desak ka dalam ja. Sekarang ini, kaloe sadja soedah boleh berangkat, akoe hendak balik kombali ka negri Oewe^ aken berdiam di tampatkoe jang doeloe, dan sedihi dengan laloewasa apa jang matakoe telah dapat lihat di sini. "Aken tetapi di dalam doekanja itoe ya mendapat hiboeran besar, tempo ija bertemoe pada moeridnja jang bernama TJOELouw, di waktoe ija sampe di kota Pouw, di mana moerid itoe ada djadi kapala negri. KHONGTJOE dapat lihat di dalam kota, demikianlah djoega di paloewaran kota itoe, segala hal ada di dalam kaädaän baik, hingga ija berkata pada TJOE Lotiw, jang ija ada merasa enak hati oleh kerna itoe. TJOE LOUW menjahoet, bahoewa samoewa hal kaädaän itoe telah terdjadi, dari sebab ija (TJOE LOUW) menoeroet betoel pada adjaran KHONGTJOE, jang telah menjataken padanja soekarnja hal memangkoe pangkat, dan di belakang kali ada bri djoega ingatan, bahoewa soewatoe pembesar wadjib berlakoe dengan adil, wadjib membri adjaran pada rahajat, wadjib memegang atoeran beres, wadjib berhati rendah, manis-boedi, radjin, tiada alpa, hanja beringat baik-baik didalam segala perkara, dan memegang koewasa atas rahajat dengan lantaran menerbitken rasa tjinta, lebih banjak dari pada menerbitken rasa takoet. Samoewa adjaran itoe dilakoeken oleh TJOE LOUW, dan salama ija djadi pembesar