besar. Bagitoelah KHONGTJOB telah menampik oendangan jang datang dari itoe negri Tjee di mana sadari tachta ada didoedoeki oleh orang gagah jang telah rampas itoe, baik radja, baik ponggawa, dan di belakang kali samoewa orang poen ada berlakoe tiada pantas, memboeroe sadja pada kainginan hati dan napsoe jang kedji. Pada soewatoe tempo, sedang meliwat di kota Tjo, pada perdjalanannja ka karadjaän Song, KHONGTJOE mendapat warta, bahoewa belon lama iboenja ija poenja soewatoe sobat telah meninggal doenia. Di sitoe KHONGTJOE hendak menoeroet adat-lembaga dengan antarken satoe pembrian, aken djadi tanda hormatnja pada itoe orang jang mati dan orang-orang jang berkaboeng. Moerid-moeridnja berkata kapadanja, bahoewa pada ini kali ija tida bisa toeroet kabiasaän itoe, kerna itoe pembrian misti diadaken dengan barang makanan atawa lain barang jang bergoena, dan sekarang ija tiada ampoenja itoe, kerna — apakata sedang ada di perdjalanan — ija melinken ada poenja tiba tjoekoep sadja apa jang perloe aken dipake meneroesken perdjalanan. KHONGTJOE menjahoet pada moerid-moerid itoe: „Angkaoe salah pikiran,kaloe angkaoe beringat, lebih baik tida tjoba berboewat kaharoesan, dari sebab tida bisa berboewat itoe dengan laloewasa. Djika tida bisa berboewat sabagimana kahendak hati, haroeslah orang berboewat sadja apa jang ija bisa, aken djadi kanjataän dari adanja ija poenja kahendak jang baik. Ini banteng penarik kareta boleh sekali didjadiken bingkisan ; biarlah akoe briken heiwan ini, dan teroesken perdjalanankoe dengan berdjalan kaki, sampe akoe dapat membeli lain heiwan penarik." Sigra djoega KHONGTJOE soedah briken heiwannja itoe kapada orang, laloe ija teroesken perdjalanannja dengan berdjalan kaki, sedang di itoe tempo ija soedah beroesia anempoeloeh tahon.
Page:Hikajat Khonghoetjoe.pdf/102
Appearance