Jump to content

Page:Boekoe Pantoen Karang-Karangan.pdf/97

From Wikisource
This page has been proofread.

Sair boedjang kampoengan.

Sair boedjang Kampoengan, Keliwat pandei djabit stangan, Ibarat nona barang dagangan, Boleh di beli dipegang djangan.

Ada boedjanglah di Gang Kodja, Maoe makan malas kerdja, Kematnja tadjem seperti wadja, Toean jang kena lah ingat sadja.

Ada boedjang di Pedjagalan, Roemahnja dekat di pinggir djalan, Dilihat terang tjahjanja boelan, Trada'ken dapat boeat seselan.

Adalah boedjang di kampoeng Baroe, Moekanja poetjet bibirnja biroe, Kaloe malem dilihat saroe, Dilihat siang djadi keliroe.

25

Ada boedjang di Pangareman, Srentalah tjakap dia poenja roman, Ibarat nona boengah di taman, Maoe dipetik bakal tjioeman.

Ada boedjang di Gedong Pandjang, Djikaloe tidoer soeka telandjang, Moekanja tiroes lehernja djoengdjang, Sajang sedikit mata krandjang.

Ada boedjang tinggal di Orpa, Item lah manis dia poenja roepa, Haroem baoenja seperti doepa, Tapinja didjoewal tida berapa.

Ada boedjang di Pebamboean, Kasih bermakan aer di tjawan, Pikiran Koesoet tiada karoewan, Iblis penggoda segala heiwan.

Ada boedjang di kampoeng Melaka, Dia soeka djalan bertingka tingka, Dasaran saja oentoeng tjilaka, Bakalan masoek api noraka.