Jump to content

Page:Boekoe Pantoen Karang-Karangan.pdf/71

From Wikisource
This page has not been proofread.

54

Goelali goela Semarang,
Goela batoe bertimbang kali,
Ambil datjin dengan timbangan,
Bakal menimbang si djantoeng ati.

Aer besar sesinggan pager,
Taneman saja separo mati,
Dimana tempat soeda beladjar,
Bisa botoel mengambil ati.

Alap alap si boewa nona,
Gandaroesa pager melati,
Saja harep-kepada nona,
Tida nona siapa lagi.

Anak kepiting di lobang batoe,
Boea pepaja di dalem kisa,
Miskin saja badan piatoe,
Djangan dibikin lah sia-sia,

Boea pepaja di dalem kisa,
Toemboek kemiri di loempang batoe,
Djangan dibikin lalt sia sia,
Saja mengirim badan piatoe.

55

Nomor satoe pasar Tanabang,
Tida saja ka pasar lagi,
Moeloet satoe lida bertjabang,
Tida saja pertjaja lagi.

Goelali goela Semarang,
Goela batoe di atas peti,
Katjoewali moeda sekarang,
Brani maloe lah takoet mati.

Apa toempa di atas tana,
Terasoel ditoelis mendjadi sala,
Angkat soempa di hadepan nona,
Di atas Rasoel kepada Allah,

Terasoel ditoelis mendjadi sala,
Jang toelis itoe anak poonggawa,
Brani soempa kepada Allah,
Djiga saja berboewat sala,

Bakar doepa berbaoe doepa,
Daon pakoe dalem perahoe,
Soeroe soempa lah takoet soempa,
Boeat mengakoe lah tida maoe,