Baroe kloewar:
Boekoe Tjerita NJAI DASIMA
Soewatoe korban daripada Pemboedjoek.
Tjerita bagoes sekali, jang belon berapa lama soedah djadi di Betawi, aken mend'adi peladjaran bagei sekalian prempoe- wan jang soeka menoeroet boedjoekan laki-laki.
Soewatoe nasehat kepada Anak-Anak moeda.
Dengan terhias gambarnja NJAI DASIMA dan laen-laen.
Harganja ini boekoe f 1.— Franco di post » 1.10
Ini boekoe dengan sengadja dikaloewarkeo, boewat goenanja orang-orang prempoewan, soe- paja tida gampang terkena boedjoekan laki-laki. Di dalem ini boekoe ditjeritaken halnja se-orang prempoewan jang dipiara dengan manis oleh toeannja. kemoedian ia bersoekaän dengan se- orang Islam, sahingga mendatangken binasa atas hadannja sendiri. Maka boekoe ini ka- rangannja teramat endah, hingga siapa jang moelaï membatja, ingin mendapat tahoe kasoe- dahannja tjerita ini.
Sair orang bersobat.
Orang bersobat saja bilangin, Pindjem barangnja djangan poelangin, Sekoedjoer badan rasanja dingin, Lantaran sobat saja gadangin.
Bersobat itoe djangan di pili, Kendati djelek djangan perdoeli, Biar abis oewang sa-peti, Nanti boleh dapet kombali.
Bersobat itoe bae teroesa, Badan roesak djadi binasa, Djangan nona hoekoem perkosa, Sebab dia belon biasa.
Kaloe bersobat djangan terlaloe tjinta, Biar mendengar saja poenja kata, Apa oentoeng jang kaja beta, Djadi badan teloenta loenta.