Jump to content

Page:Boekoe Pantoen Karang-Karangan.pdf/10

From Wikisource
This page has been validated.

Sair Orang Boedjang.


Orang boedjang lakinja mati,
Belon seboelan dia lepas poeti,
Ada jang minta dia kata nanti,
Belon senang dia poenja ati.

Djangan pertjaja boedjang sekarang,
Kena pegi misti di larang,
Kaloe di bikin sembarang-barang,
Djadinja boeat tjerita orang.

Djadi boedjang djangan pemales,
Tjoetji membanting tiada digiles,
Kaloe di lihat dia poenja oeles,
Ibarat koewe gegetoek tales.

Ada boedjang lah baroe ini,
Banjak jang djahat tida jang tani,
Di tempat teraug belaga semboeni,
Di tempat gelap keliwat brani.

13


Orang boedjang lah baroe tadi,
Bangoen tidoer tida maoe mandi,
Doedoek bengong rasanja sedi,
Banjak orang tida jang soedi.

Boedjang sekarang banjak tingkahnja,
Di sini tempat dia tinggalnja,
Ibarat barang moerah harganja,
Doewa pintjang paling mahalnja.

Boedjang sekarang kaja sajoer lodé,
Omongnja pinter keliwat pandé,
Soedah banjak dia kerdja tjadé,
Pending dia pindjem dia teroes gadé.

Urang boedjang lah belon lama,
Tida bisa djinek di roemah,
Djikaloe kenal dia poenja nama,
Boleh saja dapet pertjoemah.

Orang boedjang boto sekali,
Alisnja kereng matanja djeli,
Kendati mahal boleh di beli,
Brapa harganja tida perdoeli.